![]() |
||||||||||||||||
|
||||||||||||||||
kay the koi
Walaupun segenap jiwaku tak sanggup melepaskan dirimu, kasih Harapan jiwaku, inginku bersamamu
dont be a b*tch, guy
"Im very nice" Then her phone rang. SMS. "Sara, can I meet you tomorrow ?" Sara fell silent for a moment. She didnt know what to say. She didnt reply. She knew what best for her, for the message's sender, for.. Her phone rang, again. Phone call. "Yep ?" Nobody knew her feeling. She looked up the sky, it was cloudy. She could feel something in her eyes. Something was coming out from inside. Tears. "I need a friend to talk" love is blind, as far as the eye can see
Sukar dipercaya memang, tapi kenyataannya memang begitu. Itulah yang terjadi akhir-akhir ini. Ketika segala sesuatu yang dimulai akan kembali ke keadaan semula. Ketika segala sesuatu berasal dari alam dan akan kembali ke alam lagi. Ketika segala sesuatu berasal dari kita dan akan kembali ke kita, setelah melalui proses yang panjang, berliku-liku, berbelok-belok, berubi-tubi, curam, hingga akhirnya sampai di jalan yang luruus..bebas hambatan. Entah itu artinya segalanya akan menjadi lebih baik, atau itu adalah awal dari kebosanan tiada akhir. Tergantung darimana kita melihatnya, pintar-pintar memilih sudut pandang. STOP WONDERING START DOING
Karr : "Kalo di rumah tuh ya, kerjaannya gini.. MAU NGERJAIN TUGAS ! Tapi.. makan dulu, abis makan aja ah ceritanya, bis makan kan kenyang tuh, nonton TV dulu, infotainment doang sejaman, bis tu beneran deh KERJAIN TUGAS, selesai infotainment, dah buka laptop, maen game dulu dah sampe dapet high score, ya udah dah tuh maen game, abis maen game udah jam 9, ngantuk, tidur dulu dah, nanti jam 1 bangun, dah pasang alarm tuh, tidurlah gue.. Pas jam 1 alarm bunyi, spontan dimatiin, terus tidur lagi.. dalem kepala bilang ah besok pagi deh beneran, terus besok paginya bangun kesiangan, buru-buru berangkat, ya udah ngerjain tugasnya di kampus'" Hahahah...
baru aja segitu
Are we masochist or something ? Arent we ?
singa long
If you rescue me
b * n t a n g
Far away
I have you,
Saya berjalan-jalan di taman, ditemani Mumuy. Entah mengapa Mumuy berjalan sangat lambat, mungkin karena dia kura-kura, lambat.. lama ! Saya mengenakan t-shirt putih dengan tulisan berwarna hitam di depannya : I Love Clothes & Shoes, a friend gave me on my last Birthday. Skinny jeans abu-abu. Peep toe nyaman berwarna hitam dengan bahan Suede. Menjinjing sebuah tas jinjing bergaris-garis horizontal hitam-orange, beli di Pekalongan. Dan sebuah kalung manik-manik hitam. Maksud hati mencari inspirasi. Di taman. Penuh kaktus, oh ternyata saya baru ngeh kalo taman ini memang isinya kaktus semua sehingga namanya taman kaktus. Saya sempat foto-foto beberapa kaktus, mereka lucu sekali. Ada bangku di tengah taman, saya duduk sejenak. Mengamati orang-orang sekitar yang juga berjalan-jalan di hari yang cerah ini. Seorang gadis kecil lewat di depan saya, dia memegang sebatang lolipop bundar pipih bermotif spiral merah-putih, saya jadi ingat Candyland. Dulu saya pernah membeli lolipop yang mirip dengan yang dipegang gadis kecil itu. Tidak habis sekali makan, selalu saya taruh kulkas dulu karena ukurannya memang tidak wajar untuk dihabiskan dalam sekali makan oleh anak kecil. Kemana ya Candyland ? Di sana permennya lucu-lucu, ada yang rasa popcorn, rasa cabe, dan sebagainya. Kenapa Candyland gulung tikar ? Lalu pengasuh gadis tersebut berlari menyusulnya. "Ade jangan jauh-jauh, nanti nyasar !" Tiga orang anak laki-laki terlihat asik mengobrol dalam bahasa Sunda sambil berjalan. Saya tidak tahu mereka membicarakan apa sebenarnya, hanya di otak saya menduga-duga mereka akan mencuri mangga. Sok tau. Sepasang nenek dan kakek berjalan beriringan. Mereka juga terlihat asik mengobrol. Kenapa semua orang punya teman mengobrol ? Nampaknya mereka berbicara mengenai kaktus-kaktus di taman ini. Si nenek menunjuk ke arah sebuah kaktus yang lumayan besar, si kakek mengamatinya. Mungkin si nenek ingin kaktus yang ia tunjuk tersebut dan si kakek berpikir untuk membeli kaktus tersebut untuk si nenek, tapi tidak sekarang. Saya tersenyum sendiri, kebiasaan yang biasa saya lakukan secara tidak sengaja. Lalu saya berdiri dari bangku, ingin segera beranjak mencari tempat singgah lain. Tapi... Mengapa tali saya jadi ringan ? Saya menundukan kepala ke bawah, Mumuy sudah tidak ada di Talinya ! Mumuy hilang ! "MUmuuuUUuyyyy !???" Saya berteriak memanggil-manggil si kura-kura Brazil itu. Tapi tidak ada sahutan, ya iyalah, dia kan kura-kura, tidak bisa bicara. Saya diam. Lalu pergi, meninggalkan taman kaktus.
Color Everywhere
You, you put the blue back in the sky My life is so predictable And you, you put the blue back in the sky Left those hazy days behind me You, you put the blue back in the sky Now i have a hand to hold
Woman Sudah kurang lebih 20 menit saya di sini, membolak-balik halaman demi halaman majalah terbitan tahun 2004, yang isinya bila dipikir-pikir lagi biasa saja, tapi mengapa waktu itu terasa sangat istimewa ? Betapa waktu dapat mengubah segalanya dengan cepat. Seperti rambut saya yang sudah 'ngga karu-karuan'. Padahal berasa baru saja saya keluar dari salon dengan rambut ikal sepunggung , rapi dan lucu. Terakhir tante saya komentar 'Aduuh, Kariiin !! Sini Tante sisirin ! Sisir kek, atau diiket aja, rambut udah kayak gitu !' Saya hanya tersenyum sambil menggaruk-garuk rambut dan bergumam "Keren ah, Tante !" 'Keren apanyaaa ? Kayak gitu kok keren !?' Lalu saya melenggang pergi, ga selesai nih kalau terus-terusan di situ, bisa-bisa UUD, Ujung-Ujungnya Dibahas masalah Djodoh. Hahahahahah. Dengan itikad baik saya hari ini menyempatkan diri ke salon langganan dekat rumah. Meskipun tempatnya di kompleks, salon ini ga kalah berkualitas loh ! Tau model2 rambut terbaru, teknik2 tata rambut terbaru juga, dengan harga yang lumayan lah kalau untuk ukuran salon kompleks. Lagian saya sudah cukup akrab dengan si ibu dan si mba empunya salon, yang suka nanyain saya ke mama kalau mama lagi nyalon di situ. Banyak banget yang dateng, hya iya lah weekend, cewe2 abege pada mau hang out nampaknya, ibu2 juga ada. Dan saya ini masih menunggu giliran, dengan rambut basah habis dicuci. Berusaha konsentrasi dengan bacaan so last year, tapi ga bisa. Di salon, selalu ada hal yang menarik untuk diperhatikan. Entah itu interiornya, alat-alatnya, orang-orang yang datang (di sebelah saya ada 2 orang cowo abege dengan baju SMU, lagi creambath, geez...), bunyi-bunyi hair-dryer, lagu yang diputar, hingga percakapan antara 'klien dan penyalon'. Ini nih... kuping saya terbuka lebar untuk yang satu ini. Haha.. "Ibu, anak ibu yang pertama sekarang kuliah dimana ?" Wow, reuni bo, saya amati delak delik mata si Ibu memperhatikan adik si empunya salon, tampang-tampang "Ingin menjodohkan anak saya dengannya". Hahaha. Sementara rambut saya sedang di"kuwil-kuwil" pake roll berwarna pink oleh 2 orang mba-mba salon. Beraaat... "Mau dipotong gimana ?" Saya jadi ikutan terkejut.. Miris aja dengernya. 2 mba yang mengurus rambut saya bergosip kemudian. "Ih itu si (lupa namanya), meuni dewasa gitu ya" Entah kebetulan atau gimana. Ternyata orang yang lagi diomongin 2 mba salon tersebut dulu waktu saya ke sini ngeritingin rambut yang ke-2 kali (skarang yang ke-3), dia juga ke sini sama cowonya. Yang cowonya terlihat seperti "Laki-laki takut pacar". 'Tersangka' yang sedang digosipkan barusan duduk di sebelah saya. "Di-blow ngembang aja mba" Aduh, mba, kenapa sih ngga dipanjangin ajah kayak sayah ? Diemin ajah, ntar juga tumbuh ndiri. Wanita.. wanita.. Rambut saya udah jadi. Lagi dicatok ikal. Sementara gosip mulai meredup, semua kembali ke kesibukan masing-masing ditemani bunyi hujan di atas genting. Haha. Kalau dipikir-pikir enak juga ya kayanya punya salon. Seperti cita-cita salah seorang kerabat setelah lulus, 'buka salon', benar-benar cita-cita yang terpuji. Kayak si mba yang punya salon, tiap hari di situ. Ngontrol pegawainya, sekaligus melayani para pelanggannya, asik lagi orangnya. Kadang-kadang anaknya dibawa. Sore-sorenya suaminya ngejemput, pulang. Uuu.. senangnya. Kalau mau ngapa-ngapain rambut tinggal minta ke pegawainya. Dicet, dicatok, dilurusin, dikritingin, dipotongin, dikrimin, diapa-apain. Surga. "Yak, udah mba Karin"
m.p.m.l Jadi.. jadi.. Pada hari minggu ku tak turut ayah ke kota.. Karena saya ke kota sama Ishahaha. Keliling-keliling ngga naik delman, ngga duduk di muka. Setelah menjelajah PARIS van java, dari arena olah raga ke toko sepatu ke mall ke FO depan mall ke FO sepanjang jalan ga deket mall.. perut kami sudah tidak bisa berkompromi lagi. Tak kuat menahan dahaga, mampirlah kami di sebuah cafe kecil bernuansa arabian baru buka depan toko sepatu ternama berinisial E.F. Kami memesan menu yang disodorkan dengan harapan bisa memuaskan badan. Satu Cordon Bleu, satu Sop Iga. Sementara saya menunggu sambil meregangkan otot-otot badan yang serasa akan berubah menjadi siluman bila saya masih terus berjalan, Isha ke E.F, incerannya belum ketemu. Sama aja ngga nemu ! (Udah Sha, Converse putih idola lo aja gih bu) Dengan tampang ala anak muda Ethopia, saya dan Isha sabar menunggu pesanan datang. Ditemani lagu-lagu KERISPATIH, EVANESENCE (gini bukan nulisnya ?), serta SUM 41 (masih untung bukan lagu melayu ala mas-mas Ruby, yang diputar dengan volume seolah-olah kita semua menderita penyakit conge'-an, sebelas duabelas !). Sabar.. sabar... Nah itu dia makanan datang !!! Siiikaaat !!! Tidak ada yang bersuara, kami superkonsen melahap, mengunyah, menelan, mencerna... Hmm... mayann... Lagi asik2nya nih, tiba-tiba datanglah sejumput (jumput...) anak muda, pria, sekitar 23 tahunan (sotoy), bercosmo ria.. geli saya dibuatnya.. "Ah, bodo amat ! Mau dia jungkir balik jumpalitan juga!" Pikir saya sambil terus menyeruput kuah Sop Iga yang superenak.. (karena lapar..) Tomatnya kerasa banget ! Tapi Iganya cuma dikit, banyakan di Tambang ! "Karna kuuuleebih duluu.. Sendok yang dipegang saya jatuh ke meja, makanan yang dikunyah Isha menetes dari mulutnya yang menganga, air dalam botol aqua bergetar, kuah Sop Iga yang tinggal setengah bergejolak mendidih, hot plate Cordon Bleu-nya Isha berasap dan berbunyi cess... cess (gila ya, Cordon Bleu aja pake hot plate), meja kami bergetar dahsyat... DHUARRRRRRRR !!!! TUHAN APA SALAHKUUU ??? Saya dan Isha pandang-pandangan, tak percaya. SUARA APAKAH ITUUUU ??? DENG Ternyata ! Arahnya dari ruangan sempit dibalik tirai dimana 3 cowo cosmo agogo tadi BERKARAOKE RIA. O.M.G ! PLETARRRRRRRRR !!!!!!! GINI YA, KITA TUH CAPE ! (siapa juga yang mau tau kita cape), KITA TUH LAPER, TAU NGGA !? KITA TUH PENGEN MAKAN YANG ENAK, DALAM SUASANA YANG AMAN, NYAMAN, TENANG, DAN TENTRAM, ITU LAGU2 ANAK MUDA MASIH KITA MAAFKAN MESKIPUN VOLUMENYA SEGEDE DOSA JUGA. KENAPA MUSTI DITAMBAH SUARA GAIB DARI ALAM ENTAH MANA, MENDING KALO BAGUS INI MAH BORO2. SIANG-SIANG, COWO, KARAOKE DI TEMPAT TERBUKA, LAGUNYA TERE DAN AGNES MONICA (kenpa musti Tere dn Agnes sih), WHAT A..... AAAAAARRRRGH !!! m.p.m.l !!! Nafsu makan saya bertambah dua kali lipat seketika. "Mas mas, MENUUUU !!!!!! CEPETTTAAAAAN !!!". Si mas-mas tergopoh-gopoh menghampiri. Dengan wajah tanpa dosa ia berkata, "Mba...kalo mau karaoke, bisa mba, di dalem..." WHAT !!!??? d.p.k.s !!! BRAKKKKKKKK !!!! Tak kuat menahan angkara murka saya gebrak tuh meja ampe si mas-mas terjerembab ke lantai. BELUM TAU YA KALO WANITA SEDANG LAPAR !? Saya dan Isha pun menendang-nendang meja, melemparkan piring-piring dan gelas, membanting-banting kursi, mencopot-copot gorden, menghisap-hisap seesha (loh ko), menjambak-jambak dan menampar-nampar mas-mas dan si tiga cowo cosmo agogo sampe bego. Setelah beres, kami melenggang keluar cafe. "Ih, gue gak mau lagi ke sini", Isha. The End
(tidak semua yang anda baca itu benar)
Kota kelahiran papa, PEKALONGAN, pernah dengar ? Pusat batik, pusat sarung, pusat kerajinan tangan, pusat dagang, pusat jajanan murah (banget...), pusat tempe mendoan, pusat megono, pusat sapitan, pusat rokok kretek supermurah (dengan merek yang unik2), dimana penduduknya sebagian besar masih sangat religius dan taat beribadah, suka bersepedah memakai sarung dan kopeah, mengadu layangan di gang-gang rumah ketika sore hari, serta sangat ramah. Pusat sodara-sodara yang entah siapa saja saya tidak tahu : siapa siapanya papa. Di sini, semua terasa slow motion kecuali sinar matahari yang kecepatannya secepat jari saya ketika scanning acara tv pake remote berbatre dua yang tutup batrenya sudah hilang entah kemana jadi harus diganjel pake kertas yang diiket karet ke remotenya, dan kadang musti dibanting-banting dulu, shock therapy. Saya pinjam sepeda Pak Le. Keliling-keliling menyusuri gang2 sekitar kompleks, dipandu oleh adik sepupu bersama adik. Tadinya saya sempat lupa gimana caranya naik sepeda. Tapi pas nyoba jadi ketagihan. Gowes.. digowes... ngga peduli sore-sore masih panas. Lewat rumah-rumah tua.. lewat kebon-kebon.. lewat home industries.. lewat KUBURAN penuh pohon cempaka yang batang-batangnya terlihat seperti tangan-tangan manusia ketika namanya dipanggil saat absen. Angin sriwing-sriwing... Terngiang-ngiang put your records on-nya corinne bailey rae : "Girl put your records on, tell me your favourite song.. Berhenti sejenak mampir di gerobak bakso seorang bapak tua : "Bakso langganan Le Isah dari kecil, dari dulu sampe sekarang rasanya masih sama lho mbak !" Masa sih ? Bakso yang bukan dari daging, tapi aci melulu, yang bapak pedagangnya SUPER SLOWMOTION, dan kalo disuruh cepetan dia akan dengan ketusnya berkata "HABIS !". Ternyata memang benar : benar-benar lambat.. "Muter2 dulu ya Sekar ! Jangan langsung pulang !" Kembalilah saya ke gowes-menggowes... Membiarkan kulit dan rambut terbakar matahari, tanpa khawatir dikata-katain bukan si gadis idola layar kaca rambut hitam panjang lurus rapih berkulit putih mulus berbadan langsing berperut rata bermata berbinar-binar berbibir merah berkuku indah berbetis sempurna bernilai SEMBILAN, plus. Ndesooo... Tapi muka saya cerah ceria cengar cengir cengengesan, terlihat dari wajah orang-orang yang kami lalui yang kalau diterjemahkan dalam bahasa sunda : "Naha ari si eneng seseurian sorangan ? Cageur neng ? Eling ?" Dan mungkin kalo tiba-tiba ada mas-mas bule berkunjung, dia akan langsung naksir sama saya, si tampang SAYA SENANG Kebayang betapa indahnya masa kecil papa dulu. What a life ! simple & natural life... Saya semakin rindu Bandung.
Cruel Intentions
Dulu gue sempet ikut kursus mengemudi waktu kelas 2 SMA. Pake kijang kotak yang masih bersudut taun jebot, tanpa power steering.. yuu... da gue teh kurus pisan, ditambah pengajarnya yang ga kalah reyot sama mobilnya : aki2 yang suka kikuk gitu tapi kadang suka tiba2 galak.. Belajarlah gue menyusuri arus lalu lintas dengan tersendat-sendat. Diklaksonin, dipelototin, diserempet2in sama abang2 angkot norak, "Neng.. neng... baru blajar ya neng..." "Heh ! Bego banget sih lo ! Mikir aja sendiri, udah gede kan ! Udah bisa mikir sendiri kan !!!?" Gue gak bilang gini terang2an tentunya, hanya dihati saja.. ga enak sama si aki. Daripada dia ntar jantungan, apa yang akan terjadi pada istri, anak dan cucunyaa ?? Haruskah gue yang menanggung semua biaya hidup mereka ? halah. Yang paling susah itu belajar parkir di sekitar monumen Pancasila. Latiannya pake tiang kayu, sampe pertemuan terakhir gue masih ga bisa, si aki udah pasrah, tampangnya mengisyaratkan angkat tangan "I.D.L.B".. (Itu sih Derita Lo B******) Ga tau gimana ceritanya, tiba2 gue nekad bawa tu mobil ke flashy (berkat dorongan untuk membeli sebuah dompet berwarna PINK yang udah gue incer sejak lama). Si Kayut gue paksa nemenin, karna gue belum berani bawa sendiri banget, mengingat dan menimbang kondisi mobilnya yang cadas... Jadi sebenernya dia adalah kelinci percobaan. Selama perjalanan dia mepet ke pintu supaya kalo celaka dia bisa langsung buka pintu, lompat, dan lariiii....What a freak sister ! Sejak saat itu gue mulai berani bawa tu mobil ajaib ke kampus. Melewati 'Jalur Alternatif' yang nembus dari Soekarno Hatta - Antapani - Jalan Jakarta, karna kalo ga gitu gue bisa kena macet dan sampai di kampus kesiangan harinya, sekalian latian 'off-road' karna jalannya berliku-liku, berbatu2, berpolisi-polisi tidur, berdaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudraa, bersama teman, ber..tualang... Udah bawa mobil ke kampus bukan berarti nyetir gue baik2 saja. Sampe gue diteriakin kaka gue : "HEH ! NYETIR TU PAKE FEELING ! JANGAN KAYAK SUPIR ANGKOT !" Hu, bodo amat, nyetir mah nyetir ajah, bismilah ajah lah (haha, emang dengan hanya bismilah segala masalah teratasi) bisa sambil makan dan dengerin mp3 (secara ga ada hiburan audio di situ) biar diklaksonin, biar dipelototin, "Ada masalah huh !?" Hehe.. nyolot. Mobil dia ini. Parkir juga sebisa mungkin menghindari paralel, kalo bisa gue nyari yang paling kosong mau itu dibasement-nya basement, demi keselamatan mobil2 sekitar.. Bener banget kata orang, dengan menyetir, jiwa cemooh lo akan keluar dengan sendirinya. Palagi kalo ada angkot superlelet nurunin penumpang di tengah2 jalan, pengamen rese yang suka ngliatin lama2 padahal dah seribu kali gue bilang "PERSABEEN !!!" kalo dah gitu gue liatin balik sampe nempel ke kaca trus gue curhat sampe dia bete sendiri, emang2 becak udah tua jadi ga tega kalo gue semprot, orang nyebrang supernyantei, ditantangin balapan ama cowo2 ga jelas mending kalo ganteng ini mah tampangnya lebih ancur dari ian kastela bari jeung kagak bisa nyusul (NOBODY CAN STOP ME UGAL-UGALAN AT SOEKARNO HATTA IN THE MIDDLE OF THE NIGHT !! EVEN JEJAMBRONG SEKALIPUN ! OR ANGKOT SATAN !) motor seenak jidat jalannya zig-zag, kalo kesenggol aja nyalahin ! "Lo kira ni jalan punya mbah lo nyet ? Yang lain ngontrak !? Sini deh gue bayar kontrakan ! Sekalian gue beli muka lo ! " Segala binatang di bonbin seringkali terlontar tanpa disadari, kecuali panda, gajah, kuda, simpanse, babon dan burung unta. Abis ga lucu kan, binatang2 tersebut menurunkan mood untuk marah, jadi kurang seru. Tangan ampe merah2 mukul2 klakson yang seperti telah dikatakan diatas, NGGA BUNYI. Jadilah gue pake klakson natural ; "WOOOOOOOEEEY !! MAJU EUUUY !!" percuma ga ada yang ngewaro. Sedih.
Kenangan paling aneh ama tu mobil (aneh2 semua jadi gue pilih yang paling aneh) waktu gue mu nganter Ranee ke kosannya seabis dia nginep di rumah. Sekitar 2 tahun yang lalu, jaman2 te-pe-be, tingkat I. Emang dari pagi feeling gue dah ga enak. Di perempatan laswi, pas mau belok kanan, ada emang2 bawa gerobak jalannya lambaaat... bgt. Gue jadi kagok lah, ikut2an lambat, tiba2 pas di tengah zebra cross lampu jadi merah, mu nrobos tanggung, berhentilah gue. Tiba2 di kaca "Tok..tok..tok.." Sampe pos, "Pa, kenapa pak?" Waktu gue denger kalimat itu yang terbayang adalah ; Gue dimasukin penjara, terus mobilnya disimpen entah dimana, mana gue bawa anak orang, Ranee, trus masa depan gue ancurr, bokap ga mau nebus gue, I will spent the rest of my life in prison ! Dibully ama tahanan2 wanita senior... NOOOOOOO !!! Menyebalkannya lagi, ini karena polisi juga, kenapa mereka membiarkan anak ingusan seperti gue dengan mudahnya mendapatkan SIM !? Kalo dari dulu ga ada yang namanya jalur express, gue ga punya SIM, gue ga akan berani nyetir, gue ga akan ditilang, gue ga akan masuk penjara. Benar2 lingkaran setan... Tak kuat gue menahan derita, sang gadis pun menangis.... Pak polisi terlihat bingung "Loh,kenapa nangis de ?" Antara nangis ama pengen ketawa, gue terusin ajah biar nambah sinetron "Huu.. iya pak, saya lagi banyak masalah..." Trus sampe lupa gue ngoceh apaan yang jelas terdengar seperti murid sekolah yang curhat pada guru BP. SEE ? Waktu gue cerita ke bokap, malah diketawain superngakak... Mungkin sudah selayaknya gue mendapatkan OSCAR untuk kategori "The Best Crying Scene" hueheheheh.. Mobil katana hitam butut reyot dengan sticker FILA warna merah di kaca belakangnya, kini tinggal kenangan... (Dan skill tangkas menyetir gue pun telah pudar..)
|
|
|||||||||||||||