kay the koi
pergi - andezzz [departure:people]
6 januari 2007



talent : ayu mutia
make up, wadrobe, photo, digital imaging : carryna pratiwi


Kini ku sadari, hatimu tak di sini
Kau hadir di sisi ku, namun bukan dirimu

Harus ku rela, demi kekasihku
Pergi meninggalkan,untuk bahagiamu..

Kini ku mengerti, hatimu tak di sini
Lama kita bersama, namun tak berarti

Mungkin diriku lebih baik pergi
Demi kekasihku, untuk bahagiamu..

Walaupun segenap jiwaku tak sanggup melepaskan dirimu, kasih
Biarkan sedih merudung batinku, larut dengan tulusnya hati

Harapan jiwaku, inginku bersamamu
Cintaku hanya untukmu, terus dan selamanya..


dont be a b*tch, guy
too much - spice girl
20 desember 2007



Sara was thinking. Her mind was full of everything that made her mind was full.

"Im very nice"

"I've done my best"

"Im trying, yes im sure, im trying"

"Im not a bad person, i've never hurt anyone, so far"

"I love making friends, I love friendship"

"I love love, it's wonderful"

"I like being special"

"Im scared"

"I know what i want, what i like, what i do"

"Im scared thiking about the future"

"I hate dogs"

"I love words"

'I love music, especially the lyirics"

"I love my life"

"I hate choosing"

Then her phone rang. SMS.

"Sara, can I meet you tomorrow ?"

Sara fell silent for a moment. She didnt know what to say. She didnt reply. She knew what best for her, for the message's sender, for..

Her phone rang, again. Phone call.

"Yep ?"

"Hi, what are you doing ?"

"Umm.. nothing.."

"It's raining here, hihi, so.. how ?"

"How ? What kind of how ?"

Nobody knew her feeling. She looked up the sky, it was cloudy. She could feel something in her eyes. Something was coming out from inside.

Tears.

"I need a friend to talk"

love is blind, as far as the eye can see
deep and meaningless, words to me
easy lover, i need a friend
road to nowhere twist and turns but will this never end
well my dear you'll know that he pleases me
but sometimes illusion ain't no resolution
that ain't no release for me
too much of something is bad enough
but somethings coming over me to make me wonder
too much of nothing is just as tough
i need to know the way to feel to keep me satisfied

(too much - spice girl)

 


dude, i've learned sumthin
malaikat - the milo
17 desember 2007

Sukar dipercaya memang, tapi kenyataannya memang begitu. Itulah yang terjadi akhir-akhir ini. Ketika segala sesuatu yang dimulai akan kembali ke keadaan semula. Ketika segala sesuatu berasal dari alam dan akan kembali ke alam lagi. Ketika segala sesuatu berasal dari kita dan akan kembali ke kita, setelah melalui proses yang panjang, berliku-liku, berbelok-belok, berubi-tubi, curam, hingga akhirnya sampai di jalan yang luruus..bebas hambatan. Entah itu artinya segalanya akan menjadi lebih baik, atau itu adalah awal dari kebosanan tiada akhir. Tergantung darimana kita melihatnya, pintar-pintar memilih sudut pandang.

Only us who can be us, know us, love us, solve us. Hoho..
Pernahkah anda merasa r i n g a n ?

STOP WONDERING START DOING


abang2 & neng delay

ceremony - new order
12 Desember 2007


Makan Mie Rebus di Kantin Barrac Siang-Siang

Karr : "Kalo di rumah tuh ya, kerjaannya gini.. MAU NGERJAIN TUGAS ! Tapi.. makan dulu, abis makan aja ah ceritanya, bis makan kan kenyang tuh, nonton TV dulu, infotainment doang sejaman, bis tu beneran deh KERJAIN TUGAS, selesai infotainment, dah buka laptop, maen game dulu dah sampe dapet high score, ya udah dah tuh maen game, abis maen game udah jam 9, ngantuk, tidur dulu dah, nanti jam 1 bangun, dah pasang alarm tuh, tidurlah gue.. Pas jam 1 alarm bunyi, spontan dimatiin, terus tidur lagi.. dalem kepala bilang ah besok pagi deh beneran, terus besok paginya bangun kesiangan, buru-buru berangkat, ya udah ngerjain tugasnya di kampus'"
Kuskus & Toti : "WAH SUAMAAAAA !!"
Toti : "Tunda-tundanya itu loh, bikin ga selesai-selesai, padahal udah sering kayak gitu terus udah tekad ga mau gitu lagi, TETEUP AJAH!"
Kuskus : "Atau pas wiken, AH KERJAIN AH PAS WIKEN ! Teteup.. yang ada 1 hari sebelum ngerjainyah.. hahah.."
Karr : "Mangkanya gue ga percaya tuh kalo ada anak DKV yang kalo dikasih tau, eh deadline tanggal segini loh, terus dia bereaksi, oyah ? ah besok kerjain ah !, ga percaya gue !!"
Kuskus : "Iya, pasti sehari sebelumnya."
Toti : "Bodo amat dah nilainya mu brapa, lagian suasana kosan gue mah ga kondusif, auranya negatif.. mangkanya mending ngerjain di kampus !"

Hahahah...

 

baru aja segitu
baru segitu aja

crazy - tori amos
9 Desember 2007


You know what ?
Sometimes the things around us could make us crazy, but we dont know why.
We try to find an answer, the right answer, which mostly could make us happy and satisfy, but not also.
Then we start to think : "Stay in the same condition, no changes, no hope (it means no answer, no happiness) OR Move on, with all the risk ?"
We scared. We are not ready yet to face the risk. But how could we get up ? This life is too short, if we spend it just for suffering. We deserve better, daaghling.

Are we masochist or something ?

Arent we ?

 

singa long
if you rescue me - ost science of sleep
23 November 2007


If you rescue me
I'll be your friend forever
Let me in your bed
I'll keep you warm in winter

All the kitties are playing
And they're having such fun
I wish it could happen to me..
But if you rescue me
I'll never have to be alone again

All the cars drive so fast
And the people are mean
And sometimes it's hard to find food
Let me into your world
I'll keep you warm and amuse
All the things we can do in the rain


If you rescue me
I'll be your friend forever
Let me in your bed
I'll keep you warm in winter

Always, someday I know
Someone will lookin to my eyes
And say "Hello, you are my very special kitten"
So if you rescue me
I'll never have to be alone again

I'll never have to be alone again
I'll never have to be alone again..

 

b * n t a n g
starlight - muse
8 Oktober 2007


Far away
This ship has taken me far away
Far away from the memories
Of the people who care if I live or die

Starlight
I will be chasing a starlight
Until the end of my life
I don't know if it's worth it anymore

Hold you in my arms
I just wanted to hold
You in my arms

My life
You electrify my life
Let's conspire to ignite
All the souls that would die just to feel alive

i'll never let you go
If you promise not to fade away
Never fade away

Our hopes and expectations
Black holes and revelations
Our hopes and expectations
Black holes and revelations

Hold you in my arms
I just wanted to hold
You in my arms

Far away
This ship has taken me far away
Far away from the memories
Of the people who care if I live or die

i'll never let you go
If you promise not to fade away
Never fade away

Our hopes and expectations
Black holes and revelations
Our hopes and expectations
Black holes and revelations

Hold you in my arms
I just wanted to hold
You in my arms

 

I have you,
but it feels like
I dont
the long and winding road - the beatles
8 Oktober 2007


Hari yang cerah..

Saya berjalan-jalan di taman, ditemani Mumuy.

Entah mengapa Mumuy berjalan sangat lambat, mungkin karena dia kura-kura, lambat.. lama !

Saya mengenakan t-shirt putih dengan tulisan berwarna hitam di depannya : I Love Clothes & Shoes, a friend gave me on my last Birthday. Skinny jeans abu-abu. Peep toe nyaman berwarna hitam dengan bahan Suede. Menjinjing sebuah tas jinjing bergaris-garis horizontal hitam-orange, beli di Pekalongan. Dan sebuah kalung manik-manik hitam.

Maksud hati mencari inspirasi. Di taman. Penuh kaktus, oh ternyata saya baru ngeh kalo taman ini memang isinya kaktus semua sehingga namanya taman kaktus. Saya sempat foto-foto beberapa kaktus, mereka lucu sekali.

Ada bangku di tengah taman, saya duduk sejenak. Mengamati orang-orang sekitar yang juga berjalan-jalan di hari yang cerah ini.

Seorang gadis kecil lewat di depan saya, dia memegang sebatang lolipop bundar pipih bermotif spiral merah-putih, saya jadi ingat Candyland. Dulu saya pernah membeli lolipop yang mirip dengan yang dipegang gadis kecil itu. Tidak habis sekali makan, selalu saya taruh kulkas dulu karena ukurannya memang tidak wajar untuk dihabiskan dalam sekali makan oleh anak kecil. Kemana ya Candyland ? Di sana permennya lucu-lucu, ada yang rasa popcorn, rasa cabe, dan sebagainya. Kenapa Candyland gulung tikar ? Lalu pengasuh gadis tersebut berlari menyusulnya. "Ade jangan jauh-jauh, nanti nyasar !"

Tiga orang anak laki-laki terlihat asik mengobrol dalam bahasa Sunda sambil berjalan.
"Eta, nu kamari tea gening ! Kabeh we lah urang ala!"
"Sok atuh iraha ?"
'Teuing, kumaha maneh we"
"Isukan he-euh ?"
"Hayu ! Urang mawa keresek nya, maneh mawa naon ?"
"Ah, teuing, kumaha isuk !"

Saya tidak tahu mereka membicarakan apa sebenarnya, hanya di otak saya menduga-duga mereka akan mencuri mangga. Sok tau.

Sepasang nenek dan kakek berjalan beriringan. Mereka juga terlihat asik mengobrol. Kenapa semua orang punya teman mengobrol ? Nampaknya mereka berbicara mengenai kaktus-kaktus di taman ini. Si nenek menunjuk ke arah sebuah kaktus yang lumayan besar, si kakek mengamatinya. Mungkin si nenek ingin kaktus yang ia tunjuk tersebut dan si kakek berpikir untuk membeli kaktus tersebut untuk si nenek, tapi tidak sekarang.

Saya tersenyum sendiri, kebiasaan yang biasa saya lakukan secara tidak sengaja. Lalu saya berdiri dari bangku, ingin segera beranjak mencari tempat singgah lain. Tapi...

Mengapa tali saya jadi ringan ? Saya menundukan kepala ke bawah, Mumuy sudah tidak ada di Talinya ! Mumuy hilang !

"MUmuuuUUuyyyy !???"

Saya berteriak memanggil-manggil si kura-kura Brazil itu. Tapi tidak ada sahutan, ya iyalah, dia kan kura-kura, tidak bisa bicara. Saya diam.

Lalu pergi, meninggalkan taman kaktus.

 

Color Everywhere
14 Juli 2007


Used to see in black and white
Never any between
Waiting on the love of my life
To come into my dreams

Everything in shades of gray
Never any blues or green

Needed someone else to turn to
Someone who could help me learn to see

All the beauty that was waiting for me

You, you put the blue back in the sky
You put the rainbow in my eyes

A silver lining in my prayers
And now theres color everywhere

You put the red back in the rose
Just when i needed it the most

You came along to show you care
And now theres color everywhere, everywhere

My life is so predictable
Never any mystery

But ever since you shined the light
All of that is history

And now i have a hand to hold
And a reason to believe..

Theres someone in my life worth living for
I was hangin' around just wishing on a star

To put the happiness back in my heart

And you, you put the blue back in the sky
You put the rainbow in my eyes

A silver lining in my prayers
And now theres color everywhere

You put the red back in the rose
Just when i needed it the most

You came along to show you care
And now theres color everywhere

A silver lining in my prayers
And now theres color everywhere

Left those hazy days behind me
Never to return again

Now theyre just a faded memory
Cuz baby its all so clear to see

The beauty that is waiting there for me

You, you put the blue back in the sky
You put the rainbow in my eye
A silver lining in my prayers

And now theres color everywhere
You put the red back in the rose

Just when i needed it the most
You came along to show you care

And now theres color everywhere
A silver lining in my prayers

And now theres color everywhere
You came along to show you care

And now theres color everywhere

Now i have a hand to hold
And a reason to believe


Lagu gombal. Tapi saya suka, yang versi Christian Bautista. =P

 

Woman
19 Mei 2007

Sudah kurang lebih 20 menit saya di sini, membolak-balik halaman demi halaman majalah terbitan tahun 2004, yang isinya bila dipikir-pikir lagi biasa saja, tapi mengapa waktu itu terasa sangat istimewa ? Betapa waktu dapat mengubah segalanya dengan cepat.

Seperti rambut saya yang sudah 'ngga karu-karuan'. Padahal berasa baru saja saya keluar dari salon dengan rambut ikal sepunggung , rapi dan lucu. Terakhir tante saya komentar 'Aduuh, Kariiin !! Sini Tante sisirin ! Sisir kek, atau diiket aja, rambut udah kayak gitu !' Saya hanya tersenyum sambil menggaruk-garuk rambut dan bergumam "Keren ah, Tante !" 'Keren apanyaaa ? Kayak gitu kok keren !?' Lalu saya melenggang pergi, ga selesai nih kalau terus-terusan di situ, bisa-bisa UUD, Ujung-Ujungnya Dibahas masalah Djodoh. Hahahahahah.

Dengan itikad baik saya hari ini menyempatkan diri ke salon langganan dekat rumah. Meskipun tempatnya di kompleks, salon ini ga kalah berkualitas loh ! Tau model2 rambut terbaru, teknik2 tata rambut terbaru juga, dengan harga yang lumayan lah kalau untuk ukuran salon kompleks. Lagian saya sudah cukup akrab dengan si ibu dan si mba empunya salon, yang suka nanyain saya ke mama kalau mama lagi nyalon di situ.

Banyak banget yang dateng, hya iya lah weekend, cewe2 abege pada mau hang out nampaknya, ibu2 juga ada. Dan saya ini masih menunggu giliran, dengan rambut basah habis dicuci. Berusaha konsentrasi dengan bacaan so last year, tapi ga bisa.

Di salon, selalu ada hal yang menarik untuk diperhatikan. Entah itu interiornya, alat-alatnya, orang-orang yang datang (di sebelah saya ada 2 orang cowo abege dengan baju SMU, lagi creambath, geez...), bunyi-bunyi hair-dryer, lagu yang diputar, hingga percakapan antara 'klien dan penyalon'. Ini nih... kuping saya terbuka lebar untuk yang satu ini. Haha..

"Ibu, anak ibu yang pertama sekarang kuliah dimana ?"
"Ha ? Yang mana ?"
"Itu, yang dulu gendut, keriting, sejemputan sama anak saya, Yoga."
"Oh, itu mah saya atuh bu"
"iya, anak saya yang pertama mah ini"
"Oh ya ampuun.. udah gede ya, kuliah dimana sekarang ?"
"Saya mah udah nikah ibu, udah punya anak satu"
"Oooh.. Yoga mah di STAN, baru masuk taun ini"
"Loh, berarti jauh atuh, bukan saya kali bu, dia !" (nunjuk ke adiknya)
"Yang dulu keriting, gendut ?"
"Iya ibu, itu mah saya,hahaha"
"Anak kecil mah emang harus gendut atuh bu"
"Wah.. sekarang mah cantik yaaa"
"Hahaha.."
"Dulu SMA nya dimana ?"
"Di 22 bu"
"Yoga mah di 8, kuliahnya ?"
"Unisba bu, Yoga di STAN ya ? Wah, gampang atuh ya cari kerjanya"
"Udah dikontrak loh dia.."
dan seterusnya...

Wow, reuni bo, saya amati delak delik mata si Ibu memperhatikan adik si empunya salon, tampang-tampang "Ingin menjodohkan anak saya dengannya". Hahaha.

Sementara rambut saya sedang di"kuwil-kuwil" pake roll berwarna pink oleh 2 orang mba-mba salon. Beraaat...

"Mau dipotong gimana ?"
"Pendek aja mba, saya tuh ngga mau ada poninya, lagian kalau diiket juga ga kebawa semua, percuma"
"Berarti pendek banget dong ?"
"Iya, ngga apa-apa, sekarang sering panas banget di rumah"

Di luar hujan deras dan saya sejujurnya kedinginan. Heran.
"Dipotong kayak Ira aja mba"
"Oh, yang seminggu kemaren baru ke sini ya ?"
"Iya, tapi sekarang mah botak mba"
"Ha ? Botak ? Kenapa ?"
"Abis kecelakaan di Moch Toha"
(tapi tampangnya superlempeng)
"Siapa ? Ira ? Ya ampun, ko bisa ?"
"Iya mba, yang nyetir suaminya, ngantuk kayanya"
"Terus, ada yang luka ?"
"Suami sama anaknya mah ngga apa-apa, cuma Ira kena kaca harus dioperasi, terus nenek suaminya meninggal"
"Ya ampun... dimana sekarang ?"
"Di rumah sakit Immanuel, dirawat, mangkanya dibotakin"
"Ya ampun.. ga nyangka, padahal baru seminggu yang lalu potong rambut di sini"
"Iya mba, namanya juga musibah.. Kalo diumpamain tuh mobilnya kayak kaleng yang dibuka tutupnya"
"Ck..ck..ck.."

Saya jadi ikutan terkejut.. Miris aja dengernya.

2 mba yang mengurus rambut saya bergosip kemudian.

"Ih itu si (lupa namanya), meuni dewasa gitu ya"
"Iya, padahal lebih muda dari si (adiknya empunya salon)"
"Cenah mah rek nikah !"
"Ma eunya ?"
"Iya, sama yang dulu ke sini"

Entah kebetulan atau gimana. Ternyata orang yang lagi diomongin 2 mba salon tersebut dulu waktu saya ke sini ngeritingin rambut yang ke-2 kali (skarang yang ke-3), dia juga ke sini sama cowonya. Yang cowonya terlihat seperti "Laki-laki takut pacar".

'Tersangka' yang sedang digosipkan barusan duduk di sebelah saya.

"Di-blow ngembang aja mba"
"Di blow ngembang"
"Itu kalau disambung gitu berapa ya mba ?" (nunjuk ke adik si empunya salon yang lagi di-hair extension)
"Tergantung, segimana dulu"
"Mba inget si (lupa namanya) ? Yang rambutnya kayak cowo, dia pengen panjang sebahu gomplok, biar rada kayak cewe gitu"
"Oh, segitu mah paling 7 ya"
"Tujuh ratus ?"
"Bukan, 7 pack hair extensionnya, yaa... paling sejuta dua ratus lah"
"Walah..."
"Iya, tapi kalau emang budgetnya terbatas, misalnya 600, ya udah nanti dipas-pasin aja, bisa lah, bisa"

Aduh, mba, kenapa sih ngga dipanjangin ajah kayak sayah ? Diemin ajah, ntar juga tumbuh ndiri. Wanita.. wanita..

Rambut saya udah jadi. Lagi dicatok ikal. Sementara gosip mulai meredup, semua kembali ke kesibukan masing-masing ditemani bunyi hujan di atas genting. Haha.

Kalau dipikir-pikir enak juga ya kayanya punya salon. Seperti cita-cita salah seorang kerabat setelah lulus, 'buka salon', benar-benar cita-cita yang terpuji. Kayak si mba yang punya salon, tiap hari di situ. Ngontrol pegawainya, sekaligus melayani para pelanggannya, asik lagi orangnya. Kadang-kadang anaknya dibawa. Sore-sorenya suaminya ngejemput, pulang. Uuu.. senangnya. Kalau mau ngapa-ngapain rambut tinggal minta ke pegawainya. Dicet, dicatok, dilurusin, dikritingin, dipotongin, dikrimin, diapa-apain. Surga.

"Yak, udah mba Karin"
"Makasih ya mbaaa .. !!"
"Brapa bu ?"
"Aduh, meuni bagus, segini boss ! Sering2 atuh ke sini rin, salam ya buat mama !"
"Iya tante, kalo ngga sibuk mah saya pasti kesini, hehe. Makasih tante ! Makasih mba !"

 

m.p.m.l
young at heart - joss stone
16 April 2007

Jadi.. jadi..

Pada hari minggu ku tak turut ayah ke kota..

Karena saya ke kota sama Ishahaha. Keliling-keliling ngga naik delman, ngga duduk di muka.

Setelah menjelajah PARIS van java, dari arena olah raga ke toko sepatu ke mall ke FO depan mall ke FO sepanjang jalan ga deket mall.. perut kami sudah tidak bisa berkompromi lagi.

Tak kuat menahan dahaga, mampirlah kami di sebuah cafe kecil bernuansa arabian baru buka depan toko sepatu ternama berinisial E.F. Kami memesan menu yang disodorkan dengan harapan bisa memuaskan badan. Satu Cordon Bleu, satu Sop Iga. Sementara saya menunggu sambil meregangkan otot-otot badan yang serasa akan berubah menjadi siluman bila saya masih terus berjalan, Isha ke E.F, incerannya belum ketemu. Sama aja ngga nemu ! (Udah Sha, Converse putih idola lo aja gih bu)

Dengan tampang ala anak muda Ethopia, saya dan Isha sabar menunggu pesanan datang. Ditemani lagu-lagu KERISPATIH, EVANESENCE (gini bukan nulisnya ?), serta SUM 41 (masih untung bukan lagu melayu ala mas-mas Ruby, yang diputar dengan volume seolah-olah kita semua menderita penyakit conge'-an, sebelas duabelas !). Sabar.. sabar... Nah itu dia makanan datang !!!

Siiikaaat !!!

Tidak ada yang bersuara, kami superkonsen melahap, mengunyah, menelan, mencerna... Hmm... mayann...

Lagi asik2nya nih, tiba-tiba datanglah sejumput (jumput...) anak muda, pria, sekitar 23 tahunan (sotoy), bercosmo ria.. geli saya dibuatnya..

"Ah, bodo amat ! Mau dia jungkir balik jumpalitan juga!" Pikir saya sambil terus menyeruput kuah Sop Iga yang superenak.. (karena lapar..) Tomatnya kerasa banget ! Tapi Iganya cuma dikit, banyakan di Tambang !

"Karna kuuuleebih duluu..
Jaadi kekaasihmuuu... (ga apal teks)"

Sendok yang dipegang saya jatuh ke meja, makanan yang dikunyah Isha menetes dari mulutnya yang menganga, air dalam botol aqua bergetar, kuah Sop Iga yang tinggal setengah bergejolak mendidih, hot plate Cordon Bleu-nya Isha berasap dan berbunyi cess... cess (gila ya, Cordon Bleu aja pake hot plate), meja kami bergetar dahsyat... DHUARRRRRRRR !!!!

TUHAN APA SALAHKUUU ???

Saya dan Isha pandang-pandangan, tak percaya.

SUARA APAKAH ITUUUU ???

DENG
DONG
DENG
DONG
DENG

Ternyata ! Arahnya dari ruangan sempit dibalik tirai dimana 3 cowo cosmo agogo tadi BERKARAOKE RIA.

O.M.G !

PLETARRRRRRRRR !!!!!!!
Meja terlempar ke udara. Kami murka.

GINI YA, KITA TUH CAPE ! (siapa juga yang mau tau kita cape), KITA TUH LAPER, TAU NGGA !? KITA TUH PENGEN MAKAN YANG ENAK, DALAM SUASANA YANG AMAN, NYAMAN, TENANG, DAN TENTRAM, ITU LAGU2 ANAK MUDA MASIH KITA MAAFKAN MESKIPUN VOLUMENYA SEGEDE DOSA JUGA. KENAPA MUSTI DITAMBAH SUARA GAIB DARI ALAM ENTAH MANA, MENDING KALO BAGUS INI MAH BORO2. SIANG-SIANG, COWO, KARAOKE DI TEMPAT TERBUKA, LAGUNYA TERE DAN AGNES MONICA (kenpa musti Tere dn Agnes sih), WHAT A..... AAAAAARRRRGH !!!

m.p.m.l !!!
mereka pikir mereka lucu !!??

Nafsu makan saya bertambah dua kali lipat seketika. "Mas mas, MENUUUU !!!!!! CEPETTTAAAAAN !!!". Si mas-mas tergopoh-gopoh menghampiri.

Dengan wajah tanpa dosa ia berkata, "Mba...kalo mau karaoke, bisa mba, di dalem..."

WHAT !!!???
SALAH BESAR DIA NGOMONG KE KAMI

d.p.k.s !!!
dia pikir kami sirikkk !!??

BRAKKKKKKKK !!!! Tak kuat menahan angkara murka saya gebrak tuh meja ampe si mas-mas terjerembab ke lantai.

BELUM TAU YA KALO WANITA SEDANG LAPAR !?

Saya dan Isha pun menendang-nendang meja, melemparkan piring-piring dan gelas, membanting-banting kursi, mencopot-copot gorden, menghisap-hisap seesha (loh ko), menjambak-jambak dan menampar-nampar mas-mas dan si tiga cowo cosmo agogo sampe bego.

Setelah beres, kami melenggang keluar cafe.

"Ih, gue gak mau lagi ke sini", Isha.
"Sama ! No thanks, deh !", saya.

The End

(tidak semua yang anda baca itu benar)


Halaman Kampung

20 Maret 2007


Setelah sekian lama saya tidak pernah beranjak dari kota ini, akhirnya saya ke luar kota juga.

Kota kelahiran papa, PEKALONGAN, pernah dengar ?

Pusat batik, pusat sarung, pusat kerajinan tangan, pusat dagang, pusat jajanan murah (banget...), pusat tempe mendoan, pusat megono, pusat sapitan, pusat rokok kretek supermurah (dengan merek yang unik2), dimana penduduknya sebagian besar masih sangat religius dan taat beribadah, suka bersepedah memakai sarung dan kopeah, mengadu layangan di gang-gang rumah ketika sore hari, serta sangat ramah. Pusat sodara-sodara yang entah siapa saja saya tidak tahu : siapa siapanya papa. Di sini, semua terasa slow motion kecuali sinar matahari yang kecepatannya secepat jari saya ketika scanning acara tv pake remote berbatre dua yang tutup batrenya sudah hilang entah kemana jadi harus diganjel pake kertas yang diiket karet ke remotenya, dan kadang musti dibanting-banting dulu, shock therapy.

Saya pinjam sepeda Pak Le. Keliling-keliling menyusuri gang2 sekitar kompleks, dipandu oleh adik sepupu bersama adik. Tadinya saya sempat lupa gimana caranya naik sepeda. Tapi pas nyoba jadi ketagihan. Gowes.. digowes... ngga peduli sore-sore masih panas. Lewat rumah-rumah tua.. lewat kebon-kebon.. lewat home industries.. lewat KUBURAN penuh pohon cempaka yang batang-batangnya terlihat seperti tangan-tangan manusia ketika namanya dipanggil saat absen. Angin sriwing-sriwing... Terngiang-ngiang put your records on-nya corinne bailey rae :

"Girl put your records on, tell me your favourite song..

You'll see that.. you're the only one for me !!"

(Remix put your records on-corinne & sometimes-britney ala Isha - jadi ilfeel..)

Berhenti sejenak mampir di gerobak bakso seorang bapak tua : "Bakso langganan Le Isah dari kecil, dari dulu sampe sekarang rasanya masih sama lho mbak !" Masa sih ? Bakso yang bukan dari daging, tapi aci melulu, yang bapak pedagangnya SUPER SLOWMOTION, dan kalo disuruh cepetan dia akan dengan ketusnya berkata "HABIS !". Ternyata memang benar : benar-benar lambat..

"Paaaaakeeeeee miiiieeee oooooraaaaaa nduuuuuuuk ?"

"Pake bang ! Jangan pedes ya !"

"Paaakeeeee baaawaaaang nggooooreeeeng oooraaa nduuuukk ?"

(terek.. tek tek tek... dung ! dung ! -> bunyi kendang pengiring ketoprak jawa)

Sementara perut saya udah keroncongan mampus, keroncong bahasa jawa...

"Muter2 dulu ya Sekar ! Jangan langsung pulang !" Kembalilah saya ke gowes-menggowes... Membiarkan kulit dan rambut terbakar matahari, tanpa khawatir dikata-katain bukan si gadis idola layar kaca rambut hitam panjang lurus rapih berkulit putih mulus berbadan langsing berperut rata bermata berbinar-binar berbibir merah berkuku indah berbetis sempurna bernilai SEMBILAN, plus. Ndesooo... Tapi muka saya cerah ceria cengar cengir cengengesan, terlihat dari wajah orang-orang yang kami lalui yang kalau diterjemahkan dalam bahasa sunda :

"Naha ari si eneng seseurian sorangan ? Cageur neng ? Eling ?"

Dan mungkin kalo tiba-tiba ada mas-mas bule berkunjung, dia akan langsung naksir sama saya, si tampang ndesoo eksotis ! Halah.

SAYA SENANG
BERADA DI SANA !

Kebayang betapa indahnya masa kecil papa dulu.
Saya juga mau !
Mau tinggal di sana dalam jangka waktu yang lama : blajar ngebatik, blajar nenun, perginya naik sepeda, blajar ngelinting rokok tradisional (halah), maen layangan di sore hari, manjat pohon metik rambutan, maen ucing sumput di kuburan.

What a life !

simple & natural life...
Pekalongan - Lampung - Bandung memang beda ya !

Saya semakin rindu Bandung.

 

Cruel Intentions
Part l

19 September 2006


Ada pepatah mengatakan, sedikit2 lama2 menjadi bukit. Kalo diartikan bisa berarti sangat luas, salah satunya adalah ; Keahlian yang sudah lama tak diasah akan hilang seiring dengan berjalannya waktu (nyambung pissaaa...n) Contohnya, nyetir mobil.

Dulu gue sempet ikut kursus mengemudi waktu kelas 2 SMA. Pake kijang kotak yang masih bersudut taun jebot, tanpa power steering.. yuu... da gue teh kurus pisan, ditambah pengajarnya yang ga kalah reyot sama mobilnya : aki2 yang suka kikuk gitu tapi kadang suka tiba2 galak.. Belajarlah gue menyusuri arus lalu lintas dengan tersendat-sendat. Diklaksonin, dipelototin, diserempet2in sama abang2 angkot norak, "Neng.. neng... baru blajar ya neng..." "Heh ! Bego banget sih lo ! Mikir aja sendiri, udah gede kan ! Udah bisa mikir sendiri kan !!!?" Gue gak bilang gini terang2an tentunya, hanya dihati saja.. ga enak sama si aki. Daripada dia ntar jantungan, apa yang akan terjadi pada istri, anak dan cucunyaa ?? Haruskah gue yang menanggung semua biaya hidup mereka ? halah. Yang paling susah itu belajar parkir di sekitar monumen Pancasila. Latiannya pake tiang kayu, sampe pertemuan terakhir gue masih ga bisa, si aki udah pasrah, tampangnya mengisyaratkan angkat tangan "I.D.L.B".. (Itu sih Derita Lo B******)

Kursus sih kursus.. dapet SIM ga lama setelah itu lewat proses tembak-menembak.. haha... Tu polisi emang kaga ada basa-basi waktu ngambil foto. Itung kek, 1..2..3... Kan biar bisa pasang tampang photo box ! Tapi sumpah gue ga berani2 bawa mobil juga. Palagi jatah gue mobil kaka yang sangat teramat 'layak pakai' Katana item taun lama ; Klakson ga bunyi, jendela gabisa di tutup, kadang pintu juga ga bisa dibuka/ditutup bahkan pegangannya sering copotss.. kacanya 'aquarium' a.k.a transparan jadi gue ga bisa nyetir sambil ngupil kan malu kalo diliat emang2 asongan.. rem blong, rem tangan ga ngaruh gitu deh, radio ga ada, tanpa power steering dan kalo sudah begitu jangan harap mendapatkan fasilitas angin surga di tengah2 kemacetan, a.k.a AC. Nasiiib... nasib... "Mobil latihan" Kata bokap. Mobil latian sih mobil latian... kalo gitu caranya bisa2 gue masuk jurang seketika, latian manghadapi kecelakaan lalu lintas..

Ga tau gimana ceritanya, tiba2 gue nekad bawa tu mobil ke flashy (berkat dorongan untuk membeli sebuah dompet berwarna PINK yang udah gue incer sejak lama). Si Kayut gue paksa nemenin, karna gue belum berani bawa sendiri banget, mengingat dan menimbang kondisi mobilnya yang cadas... Jadi sebenernya dia adalah kelinci percobaan. Selama perjalanan dia mepet ke pintu supaya kalo celaka dia bisa langsung buka pintu, lompat, dan lariiii....What a freak sister !
Untungnya tak terjadi hal2 yang tak diinginkan, selamat sampe tujuan, selamat sampe rumah lagi, masalah parkir pun bisa diatasi meski sempat menyebabkan kemacetan dan keribut-klaksonan di wilayah flashy dan sekitarnya. Cuek beybeh...

Sejak saat itu gue mulai berani bawa tu mobil ajaib ke kampus. Melewati 'Jalur Alternatif' yang nembus dari Soekarno Hatta - Antapani - Jalan Jakarta, karna kalo ga gitu gue bisa kena macet dan sampai di kampus kesiangan harinya, sekalian latian 'off-road' karna jalannya berliku-liku, berbatu2, berpolisi-polisi tidur, berdaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudraa, bersama teman, ber..tualang...
Cukup mengundang komentar "Ni mobil lo ryn ?" "Bukann.. punya kaka gue, ngerampok" "Hoo.. pantess.." "Pantes kenapa ?" "Ga mungkin punya lo, secara tampang lo pink2 gt mobilnya cadas bleh gitu" Gue baru menyadari, betapa kontrasnya kepribadian gue dengan mobil hasil malak ke kaka.. Like I care huh ! Dan setiap gue memandangnya diantara mobil2 lain yang parkir di sabuga, ada rasa watir yang menghampiri. "Gila ni mobil paing kuyu dan cupu diantara yang lain... hiks... but I love ya !" Perjuangan dia disetir gue ke kampus sangatlah berat, dan dia tetep jalan ! Amazing !

Udah bawa mobil ke kampus bukan berarti nyetir gue baik2 saja. Sampe gue diteriakin kaka gue : "HEH ! NYETIR TU PAKE FEELING ! JANGAN KAYAK SUPIR ANGKOT !" Hu, bodo amat, nyetir mah nyetir ajah, bismilah ajah lah (haha, emang dengan hanya bismilah segala masalah teratasi) bisa sambil makan dan dengerin mp3 (secara ga ada hiburan audio di situ) biar diklaksonin, biar dipelototin, "Ada masalah huh !?" Hehe.. nyolot. Mobil dia ini. Parkir juga sebisa mungkin menghindari paralel, kalo bisa gue nyari yang paling kosong mau itu dibasement-nya basement, demi keselamatan mobil2 sekitar..

Bener banget kata orang, dengan menyetir, jiwa cemooh lo akan keluar dengan sendirinya. Palagi kalo ada angkot superlelet nurunin penumpang di tengah2 jalan, pengamen rese yang suka ngliatin lama2 padahal dah seribu kali gue bilang "PERSABEEN !!!" kalo dah gitu gue liatin balik sampe nempel ke kaca trus gue curhat sampe dia bete sendiri, emang2 becak udah tua jadi ga tega kalo gue semprot, orang nyebrang supernyantei, ditantangin balapan ama cowo2 ga jelas mending kalo ganteng ini mah tampangnya lebih ancur dari ian kastela bari jeung kagak bisa nyusul (NOBODY CAN STOP ME UGAL-UGALAN AT SOEKARNO HATTA IN THE MIDDLE OF THE NIGHT !! EVEN JEJAMBRONG SEKALIPUN ! OR ANGKOT SATAN !) motor seenak jidat jalannya zig-zag, kalo kesenggol aja nyalahin ! "Lo kira ni jalan punya mbah lo nyet ? Yang lain ngontrak !? Sini deh gue bayar kontrakan ! Sekalian gue beli muka lo ! " Segala binatang di bonbin seringkali terlontar tanpa disadari, kecuali panda, gajah, kuda, simpanse, babon dan burung unta. Abis ga lucu kan, binatang2 tersebut menurunkan mood untuk marah, jadi kurang seru. Tangan ampe merah2 mukul2 klakson yang seperti telah dikatakan diatas, NGGA BUNYI. Jadilah gue pake klakson natural ; "WOOOOOOOEEEY !! MAJU EUUUY !!" percuma ga ada yang ngewaro. Sedih.

Kenangan paling aneh ama tu mobil (aneh2 semua jadi gue pilih yang paling aneh) waktu gue mu nganter Ranee ke kosannya seabis dia nginep di rumah. Sekitar 2 tahun yang lalu, jaman2 te-pe-be, tingkat I. Emang dari pagi feeling gue dah ga enak. Di perempatan laswi, pas mau belok kanan, ada emang2 bawa gerobak jalannya lambaaat... bgt. Gue jadi kagok lah, ikut2an lambat, tiba2 pas di tengah zebra cross lampu jadi merah, mu nrobos tanggung, berhentilah gue. Tiba2 di kaca "Tok..tok..tok.."
(buka jendela) "Ada apa...pak ?"
Bapak2 berkumis jamblang, berseragam coklat tapi bukan pramuka, serem amat kalo segede gitu masih jadi pramuka, palagi perutnya bulet kayak ibu2 hamil 15 bulan lebih 23 hari.
P.O.L.I.S.I ! !
"Bisa liat STNK dan SIM nya ?"
Untung selalu gue bawa kemana2. Gue beri nih, ye.. lengkap yee.... Tapi tuh STNK sama SIM ga dibalikkin lagi, dia bawa ke POSnya trus ngasih isyarat supaya gue berenti di depan dan ngampirin dia di pos. SIAL !
Lampu ijo, gue dengan masih bingungnya "Ran, gue kenapa ran..." "Ga tau.. udah yu datengin aja dulu" makir seenaknya deket pom bensin, trus turun.. Sinih gue samperin sinih !

Sampe pos, "Pa, kenapa pak?"
"Ade tau nggak, kalo berhenti di zebra cross itu melanggar hukum !?"
Managuepedulinyet, "Ah, masa iya pak ? Tapi kan tadi saya kagok ada emang2 bawa gerobak lambat banget, tadi bapa liat sendiri kan, iya kan Ran ?" Ranee cuma ngangguk2, tampangnya aneh bgt.
"Tapi itu tetap melanggar hukum" tampangnya sok sangar, berdua, tampang nyari2 kesalahan "Ade pasti tau kalo bikin SIM nya lewat tes, bukan nembak."
MAMPYUS ! Gila nih bapa2 sangat amat teramat super menyebalkan. Gue bela diri dooong, nembak juga bayar nyet ! Siapa suruh di kantor polisi ada peristiwa 'masih bisa cepet kok mba, daripada anda ngantri, bete, bau keringet, mending kesini nih... lewat sini...' "Iya, saya tau, tapi tadi kan tukang gerobaknya yang bikin kagok pak, orang cuma mobil saya yang mau belok kanan." lagian tu lampu ijo cepet amat merahnya, ga manusiawi, sengaja kali buat nyari korban macem gue, wong di situ ga macet2 amat, ngapain tuh lampu dicepetin !? Akal bulus.. aparat keamanan..
"Ya tadi kan lampunya udah kuning, kenapa ade ga berhenti coba !?" Terus dia menjabarkan pasal pelanggaran dan filosofi lampu kuning bla..bla... sambil sok2 nulis surat tilang.
"Pas saya jalan pelan2 di zebra cross di belakang gerobak itu masih ijo pak !" Emosi.. gue rasa percuma mu bela diri sebela mungkin juga. Sampe akhirnya, hiks... hiks... air mata gue menetes tak terduga, saat si pak polisi bilang "ADE SAYA TILANG !" (sedjak kapan gue jadi ade lo nyet !)

Waktu gue denger kalimat itu yang terbayang adalah ; Gue dimasukin penjara, terus mobilnya disimpen entah dimana, mana gue bawa anak orang, Ranee, trus masa depan gue ancurr, bokap ga mau nebus gue, I will spent the rest of my life in prison ! Dibully ama tahanan2 wanita senior... NOOOOOOO !!! Menyebalkannya lagi, ini karena polisi juga, kenapa mereka membiarkan anak ingusan seperti gue dengan mudahnya mendapatkan SIM !? Kalo dari dulu ga ada yang namanya jalur express, gue ga punya SIM, gue ga akan berani nyetir, gue ga akan ditilang, gue ga akan masuk penjara. Benar2 lingkaran setan... Tak kuat gue menahan derita, sang gadis pun menangis....

Pak polisi terlihat bingung "Loh,kenapa nangis de ?"
"Huu...hu... kan saya ga salah Pak, huu..hu.." jelek banget pasti tampang gue, sambil berdiri dan mengusap2 air mata dengan lengan baju. Ga sempet liat ekspresi Ranee.
"Wah, jangan nangis gitu... ada apa ? Ada masalah ? Masalah keluarga ? Masalah pacar ? Perlu tisu yaa ? Tisu ? Tisu (nanya ke temennya) Wah ga ada, mau pake sapu tangan saya ?"

HUUU...HU.....HUEEEEE...
HEHE....HU...EEE....
HEHEHEH...HUE...HUU...

Antara nangis ama pengen ketawa, gue terusin ajah biar nambah sinetron "Huu.. iya pak, saya lagi banyak masalah..." Trus sampe lupa gue ngoceh apaan yang jelas terdengar seperti murid sekolah yang curhat pada guru BP.
"Udah atuh, jangan nangis, nanti dikirain diapa-apain sama polisi.." Sambil cengar-cengir.
NYET ! GUE EMANG DIAPA2IN ! DITINDAS SECARA MENTAL ! TAU !
"Hu...hu.....hiks....sroooot...hiks..hiks.."
"Iya tuh pak, kasian temen saya... " Ranee, ngga membantu..
Akhirnya, dia langsung mengeluarkan udang dibalik batu, yang sebenernya gue udah nebak2 dari tadi maksud arah pembicaraan si bapak2 ini kemana.
"Ya udah, biar cepet aja lah, gimana de ?"
Gue pura2 bego bin dongo, dengan tampang sembab tak berdaya. TOLOL.
"Huu..hu... mhak...mhakk..mhaksutnyaa... ap..apa pak ? Hiks..hiks.."
"Iya, kalo disidang kan lama, harus mealui proses yang panjang, jadi gimana kalo sekarang aja diselesaikannya ?"
Mengingat, menimbang, nyokap gue ga ninggalin duit tadi pagi berhubung dikiranya gue libur dan ga akan kemana-mana padahal ternyata begini nasibnya mungkin karena melanggar keinginan mama yang ingin anaknya diam di rumah membantu bersih-bersih dan belajar memasak, gue nambah freak out.
"HUAAAAAAAAA........ ngga ada duit paaaaak... hu...hu.."
Si bapak2 polisi terlihat cape, dan shock tentunya. Hueheheheh.
"Ya sudah... kalau gitu lain kali hati-hati ya de, perhatikan rambu2 lalu lintas, kalau lampu kuning langsung berhenti saja.."
"Hu..hu.. jadi gimana pak ?"
"Jadi gimana gimana ? Ade mau ditilang ?"
"NGGA MAUUU !!! Hu..hu..."
" Haha.. ya udah, ade lain kali hati-hati aja yaa"
"Bebas pak ? hu...hu.....hu....(Woeanjink...) Mhak...mhakk..mhakasih paa... hu..hu.. maaf ya pak.."
Si bapak polisi ngebalikin STNK dan SIM gue, lalu kitaberanjak kembali ke mobil, sambil tampang gue yang masih sesenggukkan (biar meyakinkan) diliatin orang2 yang lalu lalang... (Fade Out)

SEE ?
semudah memberi makan pada kura-kura kelaparan (carryn, http://traumaticacid.net, 2006)

Waktu gue cerita ke bokap, malah diketawain superngakak...
"Hahaha... lain kali kamu ga usah nelvon papa atuh kalo ditilang, nangis aja... HAHAHAH"
Tegaa...

Mungkin sudah selayaknya gue mendapatkan OSCAR untuk kategori "The Best Crying Scene" hueheheheh..

Mobil katana hitam butut reyot dengan sticker FILA warna merah di kaca belakangnya, kini tinggal kenangan... (Dan skill tangkas menyetir gue pun telah pudar..)

 

 
c a r r y n

dkv itb 2004
20 maret 1986
profil

works
carryna.pratiwi@gmail.com
 
 
 

l o v e s

sova, sore, homogenic, oasis
ayu utami, nia dinata
syahmedi dean novels, a+
caramel lipstick, black mascara
rhythmic sounds, plain clothes
flowers, gorgeous shoes
absolut vodka posters
twiggy, devon aoki,
bellucci, kate moss, irina lazareanu
potato chips & cheese
sop iga, pizza, ayam goreng
lemon squash, cold milo
teh agak manis sedotannya dua, supermarket, stationary
singing, thinking, laughing
dreaming
, writing, gossips, sunshine, my family
my-partners-in-crimes

 

o t h e r s

ajeng
akuluka
alan
alda
alex
anank
ani
anie
arale
audi
ayu
banja

batari
bayu
bebe
budibadabadu
chantee
cherish
clay
crayonshinchan

cta

david
dee
deedee
dela
denicaa
devyshanty
dhie
dian
dimanaanaku
ekowanz
esthia
fantasticjune
furifuri
hery
honeybee
icha
ibnu
ikez
jidat
jed
jojon
jon
joni
jubel

laras
lidya
luigi
mariobelem
mielnicki
mitha
monik
ni9e
nomas
nyala
ocean
ochan
ojie
opik
phoebe
r2k
rafid
ranee
ratie
rendy
ridwan
rimba
rini
shafiq
silvia
sockho
steylla
stikerserbu
syruphelsinki
subur
tine
toru
unit
upi
vienz
whodoyouthinkheare
yasmin
yodee


fashionably sensitive
but too cool to care